Sejarah
Kriptografi
Menurut
sejarahnya, kriptografi sudah lama digunakan oleh tentara Sparta di Yunani pada
permulaan tahun 400 SM. Mereka menggunakan alat yang disebut scytale. Alat ini terdiri dari sebuah
pita panjang dari daun papyrus yang dililitkan pada sebatang silinder. Pesan
yang akan dikirim ditulis horizontal (baris per baris). Bila pita dilepaskan,
maka huruf-huruf di dalamnya telah tersusun membentuk pesan rahasia. Untuk
membaca pesan, penerima melilitkan kembali silinder yang diameternya sama
dengan diameter silinder pengirim. Teknik kriptografi seperti ini dikenal
dengan nama transposisi cipher, yang
merupakan metode enkripsi tertua.
Julius Caesar
dalam mengirimkan pesan yang dibawa oleh hulubalangnya, juga menggunakan teknik
kriptografi, yaitu dengan cara mengacak pesan tersebut sebelum diberikan kepada
kurir. Hal ini dilakukan untuk menjaga kerahasiaan pesan baik bagi kurir maupun
bagi musuh jika kurir tertangkap di tengah jalan oleh musuh. Ada orang yang mengatakan bahwa apa yang
dilakukan oleh Julius Caesar dianggap sebagai awal dari kriptograf1.
Teknik yang digunakan oleh Julius Caesar
ini kemudian dikenal dengan sebutan Caesar
cipher.
Buku David
Khan yang berjudul The
Codebreakers merupakan salah satu referensi lengkap tentang sejarah
perkembangan kriptograf1. Buku ini meliputi kriptografi dari
penggunaannya yang
pertama dan terbatas oleh bangsa Mesir 4000 tahun yang lalu, hingga
dimana kriptografi memegang peranan penting sebagai akibat dari kedua
perang
dunia. Para pengguna utama adalah
mereka yang berhubungan dengan militer, pelayanan diplomatik dan pemerintahan
secara umum. Kriptografi digunakan sebagai suatu alat untuk melindungi rahasia
dan strategi-strategi negara.
Pemerintah Amerika Serikat memainkan peranan yang
besar dalam kriptografi, dari penggunaan sampai pengawasan ekspor untuk usaha
standarisasi dari sistem kriptografi yang baru. Salah satu alasan yang pasti,
mengapa pemerintah Amerika Serikat begitu tertarik akan hal-hal yang berkaitan
dengan kriptografi adalah bagaimana krusialnya komunikasi yang aman di masa
perang. Di masa lalu, pemerintah bukan hanya menggunakan kriptografi itu sendiri,
tetapi juga telah memasuki kode negara lain. Contoh yang terkenal dari kejadian
ini adalah apa yang terjadi tahun 1940 ketika sekumpulan kriptanalis dari
Angkatan Laut AS, yang dipimpin oleh William F. Friedman, berhasil
memecahkan pesan diplomatik rahasia Jepang yang dikenal dengan Purple.
Pada tahun 1952, Pemerintah AS mendirikan the National Security Agency (NSA),
yang bertugas untuk menangani keamanan data pemerintah dan militer serta
mengumpulkan informasi tentang komunikasi negara-negara lain. Pada saat itu
juga didirikan The National Institute of Standards and Technology (NIST),
yang memegang tugas utama dalam pengembangan standard kriptograf1. Pada tahun
1970an, IBM dan Departemen Keuangan AS dalam hal ini NIST bersama-sama dengan
NSA mengembangkan the Data Encryption Standard (DES). Algoritma ini
telah menjadi standar sejak 1977 dan menjadi mekanisme kriptografi yang paling
terkenal dalam sejarah. Metode ini menjadi alat standar untuk mengamankan electronic commerce bagi banyak
institusi finansial di seluruh dunia.
Perkembangan yang paling berpengaruh dalam sejarah
kriptografi terjadi pada tahun 1976 ketika Diffie
dan Hellman menerbitkan surat
kabar Directions in Cryptography.
Surat kabar ini memperkenalkan konsep revolusioner public-key cryptography dan juga menyediakan metode
pertukaran kunci yang baru dan sangat cerdik, keamanan yang berdasarkan pada
kesulitan untuk menangani logaritma diskrit. Walaupun penulisnya tidak
menyadari kegunaan praktis dari skema enkripsi public-key pada saat itu, ide itu jelas dan menimbulkan minat dan
aktivitas besar dalam komunitas kriptograf1. Pada tahun 1978 Rivest, Shamir, dan Adleman menemukan enkripsi public-key
dan skema signature pertama, yang
sekarang di kenal sebagai RSA. Skema RSA didasarkan pada permasalahan sulit
lainnya dalam matematika, kesulitan memfaktorkan bilangan bulat yang besar.
Penerapan masalah sulit dalam matematika ke kriptografi menggairahkan
usaha-usaha untuk menemukan metode-metode yang lebih efisien dalam pemfaktoran.
Pada tahun 1980-an terjadi perkembangan besar pada bidang ini tetapi tidak ada
yang menyebabkan ketidakamanan pada sistem RSA.
Kelas skema public-key lainnya yang
kuat dan praktis ditemukan oleh ElGamal
pada tahun 1985. Skema ini juga berdasarkan masalah logaritma diskrit. [KUR04,
SCH96]
Definisi Kriptografi
Kriptografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu kata
kryptos yang artinya tersembunyi, dan
grafia yang artinya sesuatu yang tertulis,
sehingga jika digabungkan kriptografi dapat diartikan sebagai sesuatu yang tertulis
secara rahasia.
Kriptografi
dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang
berhubungan dengan aspek-aspek pada keamanan informasi misalnya kerahasiaan,
integritas data, otentikasi pengirim / penerima data, dan otentikasi data. Kriptografi merupakan ilmu dan seni
penyimpanan pesan, data, atau informasi secara aman. Kriptografi mempelajari
tentang bagaimana merahasiakan suatu informasi penting kedalam suatu bentuk
yang tidak dapat dibaca oleh siapapun serta mengembalikannya menjadi informasi
semula dengan menggunakan berbagai macam teknik yang telah ada sehingga
informasi tersebut tidak dapat diketahui oleh pihak manapun yang tidak
berkepentingan.
Bagi kebanyakan
orang, kriptografi lebih diutamakan dalam menjaga komunikasi agar tetap
rahasia. Seperti yang telah diketahui dan disetujui bahwa perlindungan
(proteksi) terhadap komunikasi yang sensitif telah menjadi penekanan
kriptografi selama in1. Akan tetapi hal tersebut hanyalah sebagian dari
penerapan kriptografi dewasa in1.
Terdapat dua proses penting di dalam
kriptografi yang berperan dalam merahasiakan suatu informasi yakni enkripsi (encryption)
dan dekripsi (decryption). Enkripsi ialah transformasi data (plaintext) ke dalam bentuk yang hampir tidak dapat dibaca (ciphertext) tanpa pengetahuan yang
cukup. Tujuan dari enkripsi ialah untuk menjamin kerahasiaan dengan menjaga
informasi tersembunyi dari siapapun yang bukan pemilik atau yang berkepentingan
dengan informasi tersebut, bahkan bagi orang yang memiliki akses terhadap data
yang telah dienkrips1. Sedangkan dekripsi ialah kebalikan dari enkripsi, yakni
transformasi dari data yang telah dienkripsi (ciphertext) kembali ke
bentuk semula (plaintext). Proses enkripsi dan dekripsi pada umumnya
membutuhkan penggunaan sejumlah informasi yang rahasia, yang sering disebut
kunci (key). [KUR04, MUN06]
Tujuan Kriptografi
Kriptografi
sesungguhnya merupakan studi terhadap teknik matematis yang terkait dengan 4
aspek keamanan dari suatu informasi yakni kerahasiaan (confidentiality),
integritas data (data integrity), otentikasi (authentication),
dan ketiadaan penyangkalan (non-repudiation). Keempat aspek tersebut
merupakan tujuan utama dari suatu sistem kriptografi yang dapat dijelaskan
sebagai berikut :
1.
Kerahasiaan (confidentiality)
Kerahasiaan
menjamin bahwa data-data tersebut hanya bisa diakses oleh pihak-pihak tertentu
saja. Kerahasiaan bertujuan untuk melindungi suatu informasi dari semua pihak
yang tidak berhak atas informasi tersebut. Terdapat beberapa cara yang dapat
digunakan untuk menjaga kerahasiaan suatu informasi, mulai dari penjagaan
secara fisik misalnya menyimpan data pada suatu tempat khusus sampai dengan
penggunaan algoritma matematika untuk mengubah bentuk informasi menjadi tidak
terbaca.
2.
Otentikasi (authentication).
Otentikasi merupakan identifikasi yang dilakukan oleh masing – masing pihak yang saling
berkomunikasi, maksudnya beberapa pihak yang berkomunikasi harus
mengidentifikasi satu sama lainnya. Informasi yang didapat oleh suatu pihak
dari pihak lain harus diidentifikasi untuk memastikan keaslian dari informasi
yang diterima. Identifikasi terhadap suatu informasi dapat berupa tanggal
pembuatan informasi, isi informasi, waktu kirim dan hal-hal lainnya yang
berhubungan dengan informasi tersebut.
3.
Integritas (integrity).
Integritas menjamin setiap pesan yang dikirim pasti sampai pada
penerimanya tanpa ada bagian dari pesan tersebut yang diganti, diduplikasi,
dirusak, diubah urutannya, dan ditambahkan. Integritas data bertujuan untuk
mencegah terjadinya pengubahan informasi oleh pihak-pihak yang tidak berhak
atas informasi tersebut. Untuk menjamin integritas data ini pengguna harus
mempunyai kemampuan untuk mendeteksi terjadinya manipulasi data oleh
pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Manipulasi data yang dimaksud di sini
meliputi penyisipan, penghapusan, maupun penggantian data.
4.
Nonrepudiation
Nonrepudiation mencegah pengirim maupun
penerima mengingkari bahwa mereka telah mengirimkan atau menerima suatu
pesan/informas1. Jika sebuah pesan dikirim, penerima dapat membuktikan bahwa
pesan tersebut memang dikirim oleh pengirim yang tertera. Sebaliknya, jika
sebuah pesan diterima, pengirim dapat membuktikan bahwa pesannya telah diterima
oleh pihak yang ditujunya. [KUR04]
Sistem Kriptografi
Berdasarkan
jumlah kunci yang digunakan, terdapat dua jenis sistem kriptografi yaitu sistem
kriptografi kunci rahasia (secret-key
cryptography) dan sistem kriptografi kunci publik (public-key cryptography).
Kriptografi Kunci Rahasia
Kriptografi
kunci rahasia (secret-key cryptography)
sering disebut juga sistem kriptografi simetris (symmetric key cryptography). Sistem ini sering juga disebut sebagai enkripsi konvensional atau enkripsi
kunci-tunggal (single key). sumber: http://informasilive.blogspot.com/2013/04/sejarah-kriptografi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar