Rabu, 11 April 2018

Mobil chevrolet terbaru

Promo terbaru bulan april 2018
Ayo dapatkn mobil dengan dp murah
Angsuran murah.
Dengan kualitas mobil terjamin
Kapan lagi nikmati mobil berkelas eropa.
Buruan guys...
Unit terbatas!!!
Info contact/wa 082165986666

Minggu, 12 Januari 2014

NOTASI PREFIX,INFIX,DAN POSTFIX

Notasi Prefix,Infix, dan Postfix


Dalam struktur data yang kita pelajari secara umum ada 3 notasi operasi yang dilakukan untuk suatu operasi aritmatika,yaitu Prefix,Infix,dan postfix.Dan untuk mengetahui notasi-notasi yang diatas itu,sebelumnya kita harus mengenal dan mengetahui indikator yang ada di notasi itu tersebut.

    Notasi ini terbentuk dari Operand dan Operator.
Operand adalah data atau nilai yang membantu dalam proses,sedangkan Operasi adalah fungsi yang digunakan dalam proses.



contohnya:
A+B*C
2 + 5 * 3
Keterangan: A ,B ,C ,2 ,3 ,5 adalah Operand.
+,*  adalah Operator.

   Setelah kita mengenal dan mengetahui dengan Operand dan Operator, maka mari kita mengenal juga tingkat/ level yang ada didalam notasi tersebut:
-( ) (Kurung).
- ^ (Pangkat).
- * / (Perkalian / Pembagian).
- + - (Penjumlahan / Pengurangan).

Notasi ada 3 jenis, yaitu Prefix,Infix dan Postfix yang seperti kita ketahui di atas:

1.Prefix adalah notasi yang terbentuk atas operator dengan operand, dimana oprator didepan operand.
   contoh: A + B * C (infix).
   maka notasi prefixnya adalah: +A*BC.

   Pemecahannya:

                A+B*C

        Diketahui ada 3 operand yaitu: A, B, C dan 2 operand yaitu: +, *.proses dimulai dengan melihat dari hirarkhi oprator.Contoh diatas operator yang tertinggi adalah * kemudian +. Tanda * diapit oleh 2 operand yaitu B*C, prefixnya dengan menggabungkan operand dan memindahkan operator ke depan dari operand,sehingga fungsi B*C, notasi prefixnya menjadi *BC.

Sehingga hasil sementara dari notasi prefix adalah:
      A+*BC

        Selanjutnya mencari prefix untuk operator yang berikutnya yaitu  +, cara yang dilakukan sama seperti diatas, operator + diapit oleh operand, yaitu A dan *BC, gabungkan operand,sehingga menjadi A*BC,lalu pindahkan operator kedepan operand,sehingga hasil akhir menjadi :
     +A*BC.


2.Infix adalah notasi yang membentuk atas operator dengan operand,dimana operator berada diantara operand.
   Contoh :          
                 - A + B * C
                 - (A + B) * C
                 - A - (B + C) * D ^ E


3.Postfix adalah notasi yang membentuk atas operator dengan operand, dimana operator berada dibelakang operand.
   Contoh : A + B * C ( infix).
maka notasi postfix adalah ABC*+.

Pemecahannya:

                  A + B * C

     Diketahui ada 3 operand yaitu : A,B,C dan 2 operator yaitu : +, *. proses dimulai dengan melihat dari hirarkhi operator.Contoh diatas operator yang tertinggi adalah * kemudian +.


Tanda * diapit oleh kedua operand yaitu B dan C yaitu B*C, postfix dengan menggabungkan operand B dan C menjadi BC,lalu memindahkan operator ke belakang operand C, sehingga fungsi B*C, notasi postfixnya menjadi BC*.Sehingga hasil sementara dari notasi postfix adalah A + BC*

      Selanjutnya mencari postfix untuk operator yang berikutnya, yaitu +, dengan cara yang dilakukan sama seperti di atas, operator + diapit oleh 2 operand, yaitu : A dan BC* gabungkan operand tersebut,sehingga menjadi ABC*,lalu pindahkan operator + kebelakang operand ABC*.
Sehingga hasil akhir  menjadi :   ABC*+.

contoh Notasi Huruf :


Contoh Notasi Angka:

QUEUE(Antrian)

A.    Pengertian Queue (Antrian)
Queue (Antrian) adalah suatu kumpulan data yang mana penambahan data / elemen hanya dapat dilakukan pada sisi belakang sedangkan penghapusan / pengeluaran elemen dilakukan pada sisi depan.
Jenis struktur data antrian sering digunakan untuk menstimulasikan keadaan dunia nyata. Antrian banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misal : antrian registrasi mahasiswa, tiket kereta api dan lain-lain.
Berbeda dg stack, prinsip yg digunakan dalam antrian adalah FIFO ( First In First Out ). Dengan kata lain, urutan keluar elemen akan sama dengan urutan masuknya.
Dalam antrian tidak semuanya dilakukan secara FIFO murni, contoh yg relevan dalam bidang komputer adalah Time-sharing Computer System, dimana ada sejumlah penakai ( user ) yg menggunakan sistem tsb secara serempak. Karena sistem ini biasanya menggunakan processor, dan sebuah memory utama. Jika processor sedang dipakai oleh seorang user, maka user yang lain harus antri sampai gilirannya.
           
Antrian ini tidak akan dilayani secara FIFO murni tetapi biasanya didasarkan pada suatu prioritas tertentu. Antrian yang memasukkan unsur prioritas dinamakan dengan ANTRIAN PRIORITAS ( PRIORITY QUEUE )
Elemen yang pertama kali masuk ke antrian akan keluar pertama kalinya. DEQUEUE adalah mengeluarkan satu elemen dari suatu antrian. Terdapat satu buah pintu masuk di suatu ujung dan satu buah pintu keluar di ujung satunya sehingga membutuhkan variabel Head dan Tail
           
Deklarasi Queue :

B.     Operasi dalam Queue
1.       Create ( )
a.       Untuk menciptakan dan menginisialisasi Queue
b.      Dengan cara membuat Head dan Tail = -1
2.      IsEmpty ( )
a.       Untuk memeriksa apakah Antrian sudah penuh atau belum
b.      Dengan cara memeriksa nilai Tail, jika Tail = -1 maka empty
c.      Kita tidak memeriksa Head, karena Head adalah tanda untuk kepala antrian (elemen pertama dalam antrian) yang tidak akan berubah-ubah
d.    Pergerakan pada Antrian terjadi dengan penambahan elemen Antrian kebelakang, yaitu menggunakan nilai Tail
3.      IsFull
a.       Untuk mengecek apakah Antrian sudah penuh atau belum
b.      Dengan cara mengecek nilai Tail, jika Tail >= MAX-1 (karena MAX-1 adalah batas elemen array pada C) berarti sudah penuh 
4.      Enqueue (data)
a.       Untuk menambahkan elemen ke dalam antrian, penambahan elemen selalu ditambahkan di elemen paling belakang.
b.      Penambahan elemen selalu menggerakan variabel Tail dengan cara increment counter Tail
5.      Dequeue()
a.       Digunakan untuk menghapus elemen terdepan/pertama dari antrian
b.      Dengan cara mengurangi counter Tail dan menggeser semua elemen antrian kedepan.
c.       Penggeseran dilakukan dengan menggunakan looping
6.      Clear()
a.       Untuk menghapus elemen-elemen Antrian dengan cara membuat Tail dan Head = -1
b.      Penghapusan elemen-elemen Antrian sebenarnya tidak menghapus arraynya, namun hanya mengeset indeks pengaksesan-nya 
7.      Tampil
a.       Untuk menampilkan nilai-nilai elemen antrian
b.      Menggunakan looping dari head s/d tail
 

sumber :  isasisteminformasi.blogspot

Selasa, 17 Desember 2013

Sekilas Tentang Kriptografi

Sejarah Kriptografi
Menurut sejarahnya, kriptografi sudah lama digunakan oleh tentara Sparta di Yunani pada permulaan tahun 400 SM. Mereka menggunakan alat yang disebut scytale. Alat ini terdiri dari sebuah pita panjang dari daun papyrus yang dililitkan pada sebatang silinder. Pesan yang akan dikirim ditulis horizontal (baris per baris). Bila pita dilepaskan, maka huruf-huruf di dalamnya telah tersusun membentuk pesan rahasia. Untuk membaca pesan, penerima melilitkan kembali silinder yang diameternya sama dengan diameter silinder pengirim. Teknik kriptografi seperti ini dikenal dengan nama transposisi cipher, yang merupakan metode enkripsi tertua.
Julius Caesar dalam mengirimkan pesan yang dibawa oleh hulubalangnya, juga menggunakan teknik kriptografi, yaitu dengan cara mengacak pesan tersebut sebelum diberikan kepada kurir. Hal ini dilakukan untuk menjaga kerahasiaan pesan baik bagi kurir maupun bagi musuh jika kurir tertangkap di tengah jalan oleh musuh. Ada orang yang mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Julius Caesar dianggap sebagai awal dari kriptograf1. Teknik yang digunakan oleh Julius Caesar ini kemudian dikenal dengan sebutan Caesar cipher.
Buku David Khan yang berjudul The Codebreakers merupakan salah satu referensi lengkap tentang sejarah perkembangan kriptograf1. Buku ini meliputi kriptografi dari penggunaannya yang pertama dan terbatas oleh bangsa Mesir 4000 tahun yang lalu, hingga  dimana kriptografi memegang peranan penting sebagai akibat dari kedua perang dunia. Para pengguna utama adalah mereka yang berhubungan dengan militer, pelayanan diplomatik dan pemerintahan secara umum. Kriptografi digunakan sebagai suatu alat untuk melindungi rahasia dan strategi-strategi negara.
Pemerintah Amerika Serikat memainkan peranan yang besar dalam kriptografi, dari penggunaan sampai pengawasan ekspor untuk usaha standarisasi dari sistem kriptografi yang baru. Salah satu alasan yang pasti, mengapa pemerintah Amerika Serikat begitu tertarik akan hal-hal yang berkaitan dengan kriptografi adalah bagaimana krusialnya komunikasi yang aman di masa perang. Di masa lalu, pemerintah bukan hanya menggunakan kriptografi itu sendiri, tetapi juga telah memasuki kode negara lain. Contoh yang terkenal dari kejadian ini adalah apa yang terjadi tahun 1940 ketika sekumpulan kriptanalis dari Angkatan Laut AS, yang dipimpin oleh William F. Friedman, berhasil memecahkan pesan diplomatik rahasia Jepang yang dikenal dengan Purple. Pada tahun 1952, Pemerintah AS mendirikan the National Security Agency (NSA), yang bertugas untuk menangani keamanan data pemerintah dan militer serta mengumpulkan informasi tentang komunikasi negara-negara lain. Pada saat itu juga didirikan The National Institute of Standards and Technology (NIST), yang memegang tugas utama dalam pengembangan standard kriptograf1. Pada tahun 1970an, IBM dan Departemen Keuangan AS dalam hal ini NIST bersama-sama dengan NSA mengembangkan the Data Encryption Standard (DES). Algoritma ini telah menjadi standar sejak 1977 dan menjadi mekanisme kriptografi yang paling terkenal dalam sejarah. Metode ini menjadi alat standar untuk mengamankan electronic commerce bagi banyak institusi finansial di seluruh dunia.
Perkembangan yang paling berpengaruh dalam sejarah kriptografi terjadi pada tahun 1976 ketika Diffie dan Hellman menerbitkan surat kabar Directions in Cryptography. Surat kabar ini memperkenalkan konsep revolusioner public-key cryptography dan juga menyediakan metode pertukaran kunci yang baru dan sangat cerdik, keamanan yang berdasarkan pada kesulitan untuk menangani logaritma diskrit. Walaupun penulisnya tidak menyadari kegunaan praktis dari skema enkripsi public-key pada saat itu, ide itu jelas dan menimbulkan minat dan aktivitas besar dalam komunitas kriptograf1. Pada tahun 1978 Rivest, Shamir, dan Adleman menemukan enkripsi public-key dan skema signature pertama, yang sekarang di kenal sebagai RSA. Skema RSA didasarkan pada permasalahan sulit lainnya dalam matematika, kesulitan memfaktorkan bilangan bulat yang besar. Penerapan masalah sulit dalam matematika ke kriptografi menggairahkan usaha-usaha untuk menemukan metode-metode yang lebih efisien dalam pemfaktoran. Pada tahun 1980-an terjadi perkembangan besar pada bidang ini tetapi tidak ada yang menyebabkan ketidakamanan pada sistem RSA. Kelas skema public-key lainnya yang kuat dan praktis ditemukan oleh ElGamal pada tahun 1985. Skema ini juga berdasarkan masalah logaritma diskrit. [KUR04, SCH96]
Definisi Kriptografi
Kriptografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu kata kryptos yang artinya tersembunyi, dan grafia yang artinya sesuatu yang tertulis, sehingga jika digabungkan kriptografi dapat diartikan sebagai sesuatu yang tertulis secara rahasia.
Kriptografi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek-aspek pada keamanan informasi misalnya kerahasiaan, integritas data, otentikasi pengirim / penerima data, dan otentikasi data. Kriptografi merupakan ilmu dan seni penyimpanan pesan, data, atau informasi secara aman. Kriptografi mempelajari tentang bagaimana merahasiakan suatu informasi penting kedalam suatu bentuk yang tidak dapat dibaca oleh siapapun serta mengembalikannya menjadi informasi semula dengan menggunakan berbagai macam teknik yang telah ada sehingga informasi tersebut tidak dapat diketahui oleh pihak manapun yang tidak berkepentingan.
Bagi kebanyakan orang, kriptografi lebih diutamakan dalam menjaga komunikasi agar tetap rahasia. Seperti yang telah diketahui dan disetujui bahwa perlindungan (proteksi) terhadap komunikasi yang sensitif telah menjadi penekanan kriptografi selama in1. Akan tetapi hal tersebut hanyalah sebagian dari penerapan kriptografi dewasa in1.
Terdapat dua proses penting di dalam kriptografi yang berperan dalam merahasiakan suatu informasi yakni enkripsi (encryption) dan dekripsi (decryption). Enkripsi ialah  transformasi data (plaintext) ke dalam bentuk yang hampir tidak dapat dibaca (ciphertext) tanpa pengetahuan yang cukup. Tujuan dari enkripsi ialah untuk menjamin kerahasiaan dengan menjaga informasi tersembunyi dari siapapun yang bukan pemilik atau yang berkepentingan dengan informasi tersebut, bahkan bagi orang yang memiliki akses terhadap data yang telah dienkrips1. Sedangkan dekripsi ialah kebalikan dari enkripsi, yakni transformasi dari data yang telah dienkripsi (ciphertext) kembali ke bentuk semula (plaintext). Proses enkripsi dan dekripsi pada umumnya membutuhkan penggunaan sejumlah informasi yang rahasia, yang sering disebut kunci (key). [KUR04, MUN06]
Tujuan Kriptografi
Kriptografi sesungguhnya merupakan studi terhadap teknik matematis yang terkait dengan 4 aspek keamanan dari suatu informasi yakni kerahasiaan (confidentiality), integritas data (data integrity), otentikasi (authentication), dan ketiadaan penyangkalan (non-repudiation). Keempat aspek tersebut merupakan tujuan utama dari suatu sistem kriptografi yang dapat dijelaskan sebagai berikut :
1.      Kerahasiaan (confidentiality)
Kerahasiaan menjamin bahwa data-data tersebut hanya bisa diakses oleh pihak-pihak tertentu saja. Kerahasiaan bertujuan untuk melindungi suatu informasi dari semua pihak yang tidak berhak atas informasi tersebut. Terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk menjaga kerahasiaan suatu informasi, mulai dari penjagaan secara fisik misalnya menyimpan data pada suatu tempat khusus sampai dengan penggunaan algoritma matematika untuk mengubah bentuk informasi menjadi tidak terbaca. 
2.      Otentikasi (authentication).
Otentikasi merupakan identifikasi yang dilakukan oleh  masing – masing pihak yang saling berkomunikasi, maksudnya beberapa pihak yang berkomunikasi harus mengidentifikasi satu sama lainnya. Informasi yang didapat oleh suatu pihak dari pihak lain harus diidentifikasi untuk memastikan keaslian dari informasi yang diterima. Identifikasi terhadap suatu informasi dapat berupa tanggal pembuatan informasi, isi informasi, waktu kirim dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan informasi tersebut.
3.      Integritas (integrity).
Integritas menjamin setiap pesan yang dikirim pasti sampai pada penerimanya tanpa ada bagian dari pesan tersebut yang diganti, diduplikasi, dirusak, diubah urutannya, dan ditambahkan. Integritas data bertujuan untuk mencegah terjadinya pengubahan informasi oleh pihak-pihak yang tidak berhak atas informasi tersebut. Untuk menjamin integritas data ini pengguna harus mempunyai kemampuan untuk mendeteksi terjadinya manipulasi data oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Manipulasi data yang dimaksud di sini meliputi penyisipan, penghapusan, maupun penggantian data.
4.      Nonrepudiation
Nonrepudiation mencegah pengirim maupun penerima mengingkari bahwa mereka telah mengirimkan atau menerima suatu pesan/informas1. Jika sebuah pesan dikirim, penerima dapat membuktikan bahwa pesan tersebut memang dikirim oleh pengirim yang tertera. Sebaliknya, jika sebuah pesan diterima, pengirim dapat membuktikan bahwa pesannya telah diterima oleh pihak yang ditujunya. [KUR04]
Sistem Kriptografi
Berdasarkan jumlah kunci yang digunakan, terdapat dua jenis sistem kriptografi yaitu sistem kriptografi kunci rahasia (secret-key cryptography) dan sistem kriptografi kunci publik (public-key cryptography).
Kriptografi Kunci Rahasia
Kriptografi kunci rahasia (secret-key cryptography) sering disebut juga sistem kriptografi simetris (symmetric key cryptography). Sistem ini sering juga disebut sebagai enkripsi konvensional atau enkripsi kunci-tunggal (single key). 

sumber: http://informasilive.blogspot.com/2013/04/sejarah-kriptografi.html